Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang
081326659222
23821118

Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja

Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja
Kategori Alat Bantu Sex
Di lihat 116234 kali
Harga Rp (hubungi cs)
Pesan Sekarang !
081326659222
09.00 - 21.00
Pilih Warna atau Produk Lainnya

Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja

 

Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja Memasuki bulan kedelapan kehamilannya, Nitha semakin manja dan sensitive. Bisma s empat kewalahan menangani sifat sensitive istrinya itu. Bahkan Nitha sempat beberapa kali merajuk hanya karena Bisma meminta izin untuk mengisi acara talk show. Bisma sempat heran dengan sifat istrinya. Sebentar-sebentar Nitha menyuruhnya kerja, namun sebentar-sebentar Nitha menolak untuk ditinggal kerja, sementara pekerjaan Bisma adalah sistem kontrak, sehingga susah untuk tiba-tiba memutuskan untuk bekerja.

 

“Kakak aku mau kerumah papa. Aku kangen sama kak Rafael” Nitha.

“Sayang, kamu ini sudah hamil besar, udah deh jangan aneh-aneh, tadi kakak dilarang kerja, katanya kamu mau kakak temenin dirumah. Mau malas-malasan dikamar, sekarang berubah lagi kemauannya, gimana sih?” Bisma duduk disebelah Nitha dengan semangkuk bubur kacang hijau.

“Kok kakak makan lagi?” Nitha. Bisma menatap istrinya itu.

“Kakak lapar, ya makan lah” Bisma.

“Kan tadi baru siap makan mie ayam sama aku” Nitha. Bisma terdiam.

“Oh iya ya, kenapa makan lagi? Perasaan bawaannya lapar terus” Bisma. Nitha tertawa.

“Kakak  kayak orang hamil aja, padahal aku yang hamil, kok kakak yang nafsu makannya meningkat” Nitha.

“Udah deh gak usah dibahas, kakak mau makan dulu. Kamu tiduran aja, kan dokter juga nyuruh kamu istirahat yang banyak” Bisma melaap bubur kacang hijau yang dibawanya.

“Gak jadi kerumah papa? Aku mau ketemu kak Rafael kak” Nitha.

“Biar kak Rafael yang kesini, udah deh diam aja diatas tempat tidur, lagian hobby banget jalan-jalan, gak capek apa nopang perut segede itu” Bisma. Nitha memanyunkan bibirnya.

“Kak bagi sedikit” Nitha duduk dari tidurnya dan menatap Bisma.

“Dikulkas masih ada, kakak ambilin ya, yang ini punya kakak, kakak laper tau” Bisma.

“Gak mau, aku mau yang itu” Nitha menunjuk mangkuk Bisma.

“Kakak ambilin aja sebentar, yang ini punya kakak” Bisma menolak memberikan miliknya.

“Gak mau, pokoknya mau yang itu, aku mau yang itu” Nitha menunjuk mangkuk Bisma.

“Kamu mah gitu, gak ah, jangan ganggu kenikmatan orang dong” Bisma membelakangi Nitha.

“Ih peliiiittt, kakakkkk” Nitha menarik bahu Bisma, Bisma berusaha menahan tubuhnya.

“Mamaaaaa kak Bisma pelit maaaa” teriak Nitha.

 

Seorang ibu paruh baya masuk kedalam kamar setelah mendengar menantunya berteriak, dia adalah tante Casma. Tante Casma memang memutuskan untuk tinggal dirumah Bisma sampai menantu kesayangannya itu melahirkan.

 

“Ada apa sayang? Kenapa teriak-teriak? Mama cemas tau” Tante Casma. Bisma menoleh menatap mamanya.

“Kak Bisma pelit ma, aku Cuma mau minta itu, tapi gak dikasih” Nitha mengadu seraya menunjuk mangkuk bubur Bisma.

“Bisma, kamu ini bagaimana sih, istri lagi ngidam malah dibiarin aja, ngalah atuh lah, untuk anak” tante Casma. Bisma memanyunkan bibirnya.

“Nah.. ambil nah..” Bisma memberikan mangkuknya dengan terpaksa kepada Nitha. Nitha menerimanya dengan sebuah senyuman.

“Mama, ini udah gak ada kacang hijaunya, tinggal kuahnya aja” Nitha memanyunkan bibirnya. Bisma menahan tawanya.

“Bismaaa” tante Casma menatap kesal kearah anaknya itu.

“Ya lagian maksa, Bisma kan belum bilang kalau init uh udah tinggal kuahnya aja” Bisma tertawa. Nitha memanyunkan bibirnya.

“Kamu ini, istri ngidam dimain-mainin, kalau anak kamu ileran gimana?” tante Casma.

“Amit-amit jabang bayi. Mama ih bicaranya seram amat” Bisma mengusap perut besar istrinya.

“Lagian kamu itu yang aneh, istri ngidam dibuat main-main” tante Casma.

“Iya Bisma kan juga gak mau diganggu ma, Bisma juga lagi ngidam, bawaan dia juga” Bisma. Tante Casma menggeleng.

“Eh, kok diam aja?” Bisma melirik Nitha. Nitha menggeleng dan memberikan mangkuk bubur pada Bisma.

“Merajuk ya?” Bisma. Nitha menggeleng. Matanya berkaca-kaca. Bisma meletakkan mangkuk dinakas. Tante Casma mendekati Nitha.

“Kenapa sayang?” tante Casma. Nitha menangis dan memeluk tante Casma.

“Ma sakit” Nitha mencengkram erat baju tante Casma.

“Sakit? Apanya sayang?” tante Casma.

“Pinggang aku sakit ma” Nitha. Tante Casma melepas peluakannya.

“Ma, kenapa? Apa mau melahirkan?” Bisma. Tante Casma tersenyum.

“Tiduran ya. Gak apa-apa, kalau udah dekat lahiran ya gini, pinggangnya suka sakit” tante Casma membaringkan menantunya itu.

“Kakak sakit, pijitin” Nitha menggenggam tangan Bisma.

“Kata mama gak apa-apa, udah ya jangan nangis” Bisma menghapus air mata Nitha.

“Temenin ya bis, mama buatin sesuatu dulu” tante Casma. Bisma mengangguk. Tante Casma meninggalkan Nitha berdua Bisma.

“Kok sakit banget sih kak pinggang aku” Nitha menggenggam erat jemari Bisma.

“Ya udah gak usah difikirin, sekarang tidur ya” bisma mengusap kepala Nitha dengan satu tangannya yang tidak digenggam Nitha.

“Nyanyi ya kak, biar aku bisa ngantuk” Nitha. Bisma tersenyum dan mengangguk.

 

Kamu lah.. bunga dari tidur ku..

Mimpi-mimpi indah ku..

Selalu tentang kamu..

(Always been you)

Kamu lah.. bintang-bintang hati ku..

Akan ku jaga selalu..

Selalu tentang kamu..

 

Bisma terus bernyanyi hingga istri tercintanya itu terlelap kealam mimpi.

 

***

Morgan sedang memilih-milih bunga disebuah toko bunga. Hari ini adalah hari dimana seharusnya dia dan Thary merayakan hari jadian mereka yang ke 4 tahun. Tapi itu kini tinggal kenangan, Morgan tidak mau melupan hari ini begitu saja Morgan memutuskan untuk membeli bunga dan memberikannya kepada wanita yang hingga kini masih sangat dia cintai itu.

 

“Thary pasti suka sama mawar merah” Morgan tersenyum melihat bingkaian mawar merah didepannya. Morgan meraihnya, tapi ada tangan lain yang sama seperti Morgan, sama-sama menginginkan bunga itu. Morgan menoleh.

“Maaf, gue yang duluan” Morgan. Gadis berkursi roda dihadapannya itu menatap sendu kearah Morgan. Morgan menghela nafas.

“Ya sudah, loe aja yang ambil, gue bisa cari ditoko lain” Morgan tersenyum dan memberikan bingkaian mawar merah incarannya itu pada gadis ini. Gadis ini tersenyum dan mengangguk.

“Ya udah, gue duluan ya” Morgan tersenyum dan berjalan keluar toko.

“Dia baik” batin gadis berkursi roda ini.

 

***

Dicky dan Yora sedang asyik bermain PS berdua. Tampak Yora terus berteriak saat dirinya bisa mengalahkan kekasihnya itu. Lihatlah wajah Dicky, sudah penuh dengan coretan lipstick.

 

“Yeyyyyy! Menang lagi” seru Yora. Dicky merengut memperlihatkan wajah pasrah.

“Nih coret deh sepuas kamu. Coret nah” Dicky. Yora tertawa.

“Uh kacian cowok aku” walau mengatakan kata-kata kasihan, Yora bukan tidak mencoret wajah Dicky, justru dia membuat lingkaran daerah mata dan bibir kekasihnya itu.

“Yoraaaaa, kak Dickyyyyyy” suara cempreng itu membuat Yora dan Dicky terkejut.

“Mampus gue” celetuk Dicky. Terlihat Rahty berjalan memasuki kamar Dicky.

“Nah! Disini kalian ya, aaaaa lipstick gueeee” Rahty berteriak histeris melihat nasib listiknya.

“Hehehe, peace adik ku sayang, ini nih Yora yang nyuruh” Dicky.

“Eh jangan lempar batu bawa lari mangga ya” Yora tidak terima dituduh oleh Dicky.

“Pribahasa lempar batu sembunyi tangan udah gak berlaku ya sayang?” Dicky.

“Masih berlaku, tapi itukan buat yang gak dapat apa-apa, kalau buah mangga yang dilempar itu jatuh, masa masih sembunyi tangan, keburu diambil orang lain buahnya” Yora. Dicky tertawa.

“Diammmmmmm” Rahty tampak kesal. Dicky dan Yora terdiam dan saling menahan tawa.

“Pokoknya aku gak mau tau, besok kalian harus udah ganti lipstick aku, atau aku akan laporkan ke kak Rangga, kita selesaikan masalah ini kepersidangan dimeja bundar ruang tengah” Rahty.

“Hahahaha, mentang-mentang Rangga pengacara main disidang aja dimeja bundar” Dicky.

“Ruang tengah lagi yang, hahaha, keren” Yora. Rahty mengerutkan dahinya kesal.

“Aaaa kaliannnn” Rahty tampak kesal.

“Lariiii” Yora dan Dicky menabrak Rahty dan berlari menjauh.

“Dasar pasangan gilaaaa, awas kalian kalau balik lagi, gue suapin lipstick lima ton” Rahty.

 

***

“Sudah tidur?” tante Casma bertanya pada Bisma yang baru saja keluar kamar dan kedapur untuk meletakkan mangkuk bubur.

“Udah ma, baru aja. Kasihan, kayaknya sakit banget ma pinggangnya, nangisnya sampai genggam tangan Bisma kuat banget” Bisma duduk dimeja makan.

“Itu wajar Bisma, apalagi Nitha beda dari wanita lainnya” tante Casma, Bisma tersenyum kecil.

“Memangnya kalau orang hamil memang begitu ya ma?” Bisma.

“Iya, apalagi dekat mau lahiran begini, ya suami harus ekstra 24 jam waspada ini” tante Casma. “Maksud mama waspada?” Bisma.

“Kelahiran siapa yang tau kan? Apalagi istri kau udah ngeluh sakit pinggang begini, biasanya lahirannya udah dekat” tante Casma. Bisma menelan salivanya.

“Jangan tegang, istri kamu jauh lebih tegang dari kamu, jadi kamu harus rileks, biar dia bisa lahiran dengan selamat, ingat loh, Nitha itu beda dari wanita lainnya” tante Casma.

“Iya ma, do’ain ya ma” Bisma.

“Selalu Bisma, apalagi ini cucu pertama mama” tante Casma. Bisma tersenyum

“Buat apa ma?” Bisma.

“Ini ramuan turun temurun dari eyang kamu, dulu waktu mama hamil kamu, mama minum ini juga, insyaallah nyeri pinggang sama kaki kesemutan bisa berkurang bis. Apalagi istri kamu suka ngeluh kakinya kesemutan kan? Ini baik nih diminum sama istri kamu” tante Casma.

“Aman ma? Mama yakin?” Bisma.

“Toh kamu lahirnya aman-aman aja kan? Apa yang diraguin?” tante Casma, Bisma menyengir.

 

***

Karena kesibukannya dikantor, Rafael baru bisa menjenguk adik kesayangannya itu malam hari. Rafael sudah setengah jam berada dirumah Bisma. Banyak hal yang dikatakan Nitha pada Rafael, bahkan dia bermanja bak sedang bermanja dengan suaminya sendiri, tak ubah hal ini membuat Bisma cemburu, tapi Bisma harus mengerti istrinya, toh Nitha memang hanya adik bagi Rafael.

 

“Kak, pinggang adek suka sakit loh sekarang, sakit banget” Nitha bersandar dibahu Rafael. Rafael merangkulnya dan mencium kepala Nitha.

“Oh ya? Berarti sebentar lagi keponakan kakak lahir dong” Rafael.

“Hubungannya apa? kan adek sakit pinggang bukan sakit perut” Nitha.

“Makanya kalau lagi hamil sering-sering searching di google. Sakit pinggang itu kan tanda kalau ibu hamil udah dekat sama proses persalinan” Rafael. Nitha memanyunkan bibirnya.

“Sayang, ini ada jamu dari mama, diminum ya” Bisma datang dan duduk disebelah kanan Nitha. Nitha menatap Bisma dan menggeleng.

“Gak mau, itu apa? pasti pahit, pasti gak enak” Nitha.

“Sini bis” Rafael meraih gelas yang dipegang Bisma. Rafael mengaduk-aduknya.

“Kakak adek gak mau” Nitha menjauhkan tubuhnya dari Rafael.

“Manja banget. Kayak anak kecil aja” dengus Bisma. Nitha menatap Bisma.

“Apa? aku gak manja aku gak anak kecil” Nitha membuang muka.

“Oh ya? Disuruh minum jamu aja gak mau, kayak anak kecil kan? Merengek” ledek Bisma.

“STOP! Jangan bilang aku kayak anak-anak, aku udah dewasa tau” Nitha.

“Kalau gak anak kecil, minum jamunya” Rafael memberikan jamu yang sudah diaduknya.

“Kak, itu pahit” Nitha.

“Nah kan! Cuma anak kecil tau yang gak suka pahit” Bisma.

“Oke, aku minum” Nitha meraih gelas yang diberikan Rafael. Rafael menatap Bisma dan tersenyum. Bisma mengangguk dan ikut tersenyum.

 

Perlahan ibu hamil ini meneguk jamu buatan mertuanya. Perlahan tapi pasti, jamu itu habis oleh Nitha. Bisma dan Rafael tersenyum.

 

“Udah, aku gak anak kecil kan?” Nitha.

“Gak, tapi ibu-ibu” goda Bisma.

“Kakak tuh yang bapak-bapak, aku masih muda” Nitha.

“Udah-udah, kalian ini gak ada kerjaan lain selain berantem apa?” Rafael. Nitha dan Bisma saling buang muka. Rafael menggeleng memperhatikan sikap adik dan adik iparnya itu.

 

***

Pagi ini Bisma menemani Nitha untuk periksa kandungan. Dengan semangat 45 Bisma menggandeng langkah Nitha menuju rumah sakit. Parkiran terasa sangat jauh untuk Bisma segera masuk kedalam rumah sakit bersalin itu. Ketidak sabaran Bisma membuatnya kesal dengan langkah lamban istrinya.

 

“Sayang jalannya cepetin dikit dong, lambat banget” Bisma.

“Sabar, berat tau mau ngelangkah, gak rasain sih gimana susahnya bawa perut besar begini” Nitha memanyunkan bibirnya. Bisma menghele nafas.

“Nithaaa” teriakan itu membuat langkah Nitha dan Bisma terhenti.

“Om Hendra” lirih Bisma.

“Nitha, maafin saya, saya minta maaf untuk semua kesalahan saya, maafin saya” om Hendra menggenggam kedua tangan Nitha. Nitha berusaha melepaskannya, Nitha ketakutan.

“Lepas om, jangan pernah sakiti istri saya lagi. Cukup selama ini om dan anak om itu membuat saya muak, saya juga bisa marah om” Bisma.

“Saya tidak mau menyakiti Nitha, justru saya mau minta maaf, saya mau dia tau siapa saya” om Hendra. Mata Bisma membola dan menggeleng.

“Nitha, tolong maafin saya, tolong, kamu harus tau kalau saya ini ayah kandung kamu, saya ayah kandung kamu Nitha” om Hendra kembali menggenggam tangan Nitha.

“Kak Bismaaa” Nitha menangis dan berusaha melepas pegangan om Hendra. Bisma bingung harus bagaimana.

“Om Lepasss” Nitha mendorong tubuh om Hendra sampai om Hendra terjatuh.

“Papaaaa” Viola tiba-tiba hadir dan membantu om Hendra berdiri.

“Dasar cewek sialan, apa yang loe lakuin? Perempuan kampung! Gak punya sopan-santun ya loe” Viola tidak terima dengan apa yang dilakukan Nitha. Viola mendorong tubuh Nitha sampai calon ibu itu terjatuh.

“Nithaaa” Bisma tidak tinggal diam, dia menghampiri istrinya yang mengerang kesakitan memegangi perut besarnya.

“Nithaaa” om Hendra tidak kalah panic saat mendengar rintihan dari mulut Nitha.

“VIOLAAA! Kalau terjadi sesuatu sama istri dan caloon anak gue, loe bakal MATI DITANGAN GUE. Ingat itu” Bisma menggendong tubuh Nitha dan berlari memasuki rumah sakit. Viola terdiam, tidak ada niat Viola untuk membuat Nitha terjatuh, dia hanya emosi.

“Viola” lirih om Hendra. Viola menatap om Hendra.

PLAKK! Satu tamparan mendarat dipipi mulus Viola dari om Hendra.

 

GRATIS VIDEO DOWNLOAD

 

*bersambung…….

hanya hiburan

Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja

Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja

Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja
Cerita ngentot Akibat terlalu dimanja

Model Kondom Antik Terbaik

Rp 200.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 081326659222
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangModel Kondom Antik Terbaik
Harga Rp 200.000
Lihat Detail »

Hello world!

Rp (hubungi cs)
Detail
Order Sekarang » SMS : 081326659222
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHello world!
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
081326659222

Pin BB : 23821118

Customer service 1